Minggu, 28 Agustus 2016

LAPORAN PENELITIAN UJI KANDUNGAN BAHAN MAKANAN (IPA BIOLOGI KELAS XI)



Laporan Biologi
IMG_9016.JPG
UJI KANDUNGAN BAHAN MAKANAN








OLEH:

Ø NIRMALASARI
Ø ISTIQOMAH JUDDAH
Ø TITANIA RAMADHANI
Ø SELVI SAFITRI HASAN
Ø ASNIAR
Ø MELIANA MULIADI
ghhhhh.jpg


SMAN 1 LILIRIAJA




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi makanan antara lain: sebagai sumber/ penghasil energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahanan tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stress, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi serta sebagai pertahanan terhadap berbagai macam penyakit. Dari semua fungsi makanan, menunjukkan bahwa manusia hidup selalu memerlukan makanan. Seseorang yang kekurangan makan akan terlihat kurus, apalagi apabila seseorang tidak diberi makanan dalam jangka waktu yang lama. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari seharusnya tidak sekedar cukup dalam kualitas dan kuantitasnya saja, tetapi juga harus baik kualitasnya agar baik pula efeknya bagi tubuh. Artinya makanan harus memenuhi komposisi sehat, bergizi dan seimbang. Makanan yang demikian mengandung unsur-unsur karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral. Untuk mengetahui adanya kandungan unsur-unsur tersebut dalam makanan dapat dilakukan uji terhadap kadar amilum (karbohidrat), protein, lemak, dan glukosa yang terdapat di dalam makanan.

B.     Tujuan

ü  Untuk mengetahui kategori makanan sehat dan menu seimbang
ü  Untuk mengetahui bahan-bahan yang diperlukan dalam makanan
ü  Untuk mengetahui kandungan zat makanan (amilum,protin,lemak,dan glukosa) pada beberapa bahan makanan.

















BAB II
DASAR TEORI
Setiap makhluk hidup, tidak terkecuali manusia, tentu membutuhkan makan. Sebab, makan merupakan salah satu ciri suatu makhluk yang hidup. Selain itu, memakan makanan juga kebutuhan dasar untuk melangsungkan proses kehidupan. Makanan merupakan suatu zat yang bisa dimasukkan ke dalam tubuh dan berfungsi bagi tubuh. Adanya suplai makanan menjadikan tubuh bisa tumbuh dan berkembang, energi tidak habis, dan tentu kekuatan tubuh tetap terjaga.
Di alam ini, sumber makanan yang dapat dikonsumsi sangat melimpah. Mulai dari
memerhatikan kebersihan dan nilai gizi dari berbagai makanan tersebut. Ini diperlukan supaya tubuh tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2 yaitu zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Yang termasuk makronutrien yaitu karbohidrat, lemak, protein, sedang yang termasuk mikronutrien yaitu mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan, air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan didalam tubuh.
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan yaitu monosakarida yaitu karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida yaitu glukosa (misal gula, nasi, mie, roti), fruktosa (misal buah-buahan), manosa (misal jagung), dan galaktosa (Misal umbi-umbian). Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti monosakarida. Contoh dari disakarida yaitu maltosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa). Polisakarida yang terdiri atas amilum (contoh tepung terigu, maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot). Monosakarida dan disakarida memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna, dan mudah larut dalam air sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat berasal dari padi, jagung, gandum, dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium, pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh.

Makronutrien yang dibutuhkan manusia:
1. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul,  karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut
·  Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa
·  Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa
·  Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen
Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:
·  Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
·  Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
·  Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
                                            
2. Lemak
Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.
Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati. Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial
Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
·  Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
·  Pembangun bagian-bagian sel tertentu
·  Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
·  Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah

3. Protein
Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.
Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :
·  Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
·  Jumlah tiap macam asam amino
·  Susunan asam amino dalam molekul protein
Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.
Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
Adapun fungsi protein, yaitu :
·  Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
·  Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
·  Pembuat enzim dan hormone
·  Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh











BAB III
METODE
A.    Alat dan Bahan
Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu mempersiapkan alat dan bahan untuk mendukung dalam pengamatan kandungan zat pada bahan makanan. Alat dan bahan yang dipersiapkan diantaranya sebagai berikut:
·         Alat
Tabung reaksi
Pipet tetes
Lampu Spiritus
Jepit tabung reaksi
·         Bahan
Larutan sagu         
Ekstrak tempe
Minyak goreng
Ekstrak mangga
Fehlin A dan fehlin B
Lugol
Biuret (CuSO4  1%  + NaOH 10%)
Sudan III
20151026_092704.jpg
larutan-biuret-e1327586099815.jpg
3012901971_db47824f78_z.jpg









4523. Penjepit Tabung Reaksi.jpg
images.jpg
4358153_img01959-20131002-0702.jpg


foto-0595.jpg








B.     Cara Kerja
Setelah semua perlengkapan untuk melakukan sebuah praktikum pengamatan kandungan zat makanan pada bahan makanan, kita dapat memulai praktikum dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Menguji kandungan amilum pada larutan sagu
·         Masukkan larutan sagu pada tabung reaksi
·         Tambahkan 5 tetes lugol pada tabung reaksi berisi larutan sagu
·         Amati perubahan warna yang terjadi
2.      Menguji kandungan protein pada ekstrak tempe
·         Masukkan ekstrak tempe pada tabung reaksi
·         Tambahkan 5 tetes larutan CuSO4 dan 5 tetes larutan NaOH
·         Amati perubahan warna yang terjadi
3.      Menguji kandungan lemak pada minyak goreng
·         Masukkan minyak goreng pada tabung reaksi
·         Tambahkan 5 tetes sudan III
·         Amati perubahan warna yang terjadi
4.      Menguji kandungan glukosa pada ekstrak mangga
·         Masukkan ekstrak mangga pada tabung reaksi
·         Tambahkan 5 tetes larutan Fehlin A dan 5 tetes fehlin B
·         Jepit tabung reaksi dengan penjepit tabung reaksi dan panaskan hingga mendidih
·         Amati perubahan warna yang terjadi






















BAB IV
PEMBAHASAN
Larutan
Warna
Jenis Reagen
Warna
Perubahan Warna
Sagu
Coklat Susu
Lugol
Coklat kemerahan
Biru tua
Ekstrak tempe
Coklat Susu
Biuret (CuSO4 + NaOH)
Biru dan bening
Ungu
Minyak goreng
Kuning emas
Sudan III
Merah kotor
Merah muda
Ekstrak mangga
Orange
Fehlin A + Fehlin B
Biru dan bening
Merah bata

·         Larutan sagu mengandung amilum. Hal ini karena dilihat dari gradasi warnanya berubah menjadi biru tua
index.jpg






·         Ekstrak tempe mengandung protein. Hal ini karena warnanya berubah dari warna crem menjadi ungu
ujiprotein.jpg








·         Minyak goreng mengandung lemak karena terjadi perubahan warna menjadi merah muda setelah ditambahkan sudan III
tabung-reaksi.jpg








·         Ekstrak mangga mengandung glukosa karena terjadi perubahan warna menjadi merah bata setelah ditambahkan Fehlin A + Fehlin B dan dipanaskan


fehling-sacarosa-hidrolizada.jpgproses pembakaran urin desy.jpg
















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
           Dari percobaan tersebut dapat kita ketahui bahwa untuk menentukan ada tidaknya kandungan zat karbohid rat, protein, glukosa dan lemak pada makanan dapat kita ketahui dengan menguji makanan dengan uji lugol, uji biuret, larutan fehling dan larutan sudan III.

B. Sara
n
            Sebaiknya dilakukan percobaan lanjutan, tentang pengujian kandugan zat makanan sehingga menghasilkan hasil yang lebih akurat lagi.
ghhhhh.jpg