Minggu, 28 Agustus 2016

MENGETAHUI ADANYA BINTIK BUTA PADA MATA ( IPA BIOLOGI KELAS XII )



Laporan Biologi
IMG_9016.JPG
MENGETAHUI ADANYA BINTIK BUTA PADA MATA








OLEH:

Ø NIRMALASARI
Ø ISTIQOMAH JUDDAH
Ø TITANIA RAMADHANI
Ø SELVI SAFITRI HASAN
Ø ASNIAR
Ø MELIANA MULIADI
ghhhhh.jpg


SMAN 1 LILIRIAJA




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada bagian belakang mata, tepatnya bagian dalam koroid mata terdapat sel-sel fotoreseptor. Bagian ini disebut retina. Pada bagian luar bawah retina terdapat cakram optik (bintik buta), yang menghubungkan saraf optik dengan mata. Apabila impuls dari luar jatuh pada bagian ini, cahaya yang masuk tidak dapat terdeteksi. Penyebabnya adalah bintik hitam yang tidak memiliki sel-sel fotoreseptor. Sesuai bentuknya, di dalam retina terdapat dua sel fotoreseptor yang peka terhadap cahaya, yakni sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus).
Sel batang berjumlah 125 juta, berbentuk tinggi dan ramping. Sel ini mendeteksi bayangan cahaya dan bekerja dengan baik dalam cahaya remang (malam hari). Namun, sel batang tidak mampu melihat warna. Dengan kata lain, hanya warna hitam putih saja yang diterima. Di dalam sel batang terdapat pigmen peka cahaya yang disebut rhodopsin. Rhodopsin merupakan senyawa yang terbentuk dari vitamin A dan mudah terurai bila terkena sinar terang. Setelah sinar terang berganti dengan sinar gelap, pigmen rhodopsin akan terbentuk kembali. Proses pembentukan pigmen rhodopsin ini dinamakan waktu adaptasi rhodopsin. Apabila kekurangan pigmen ini, seseorang dapat mengalami rabun senja. Adapun sejumlah 6,5 juta sel kerucut berbentuk lebih pendek dan lebar. Selain itu, sel kerucut mengumpul di bagian belakang, tepatnya bintik kuning atau fovea. Fovea berfungsi sebagai tempat jatuhnya bayangan pada retina. Sel kerucut yang banyak ini mampu melihat warna dan rincian halus dalam cahaya terang. Pigmen yang terdapat dalam sel kerucut adalah iodopsin. Iodopsin merupakan senyawa antara pigmen penyerap cahaya yakni retinin dan protein membran turunan vitamin A yang disebut opsin. Sel kerucut peka terhadap rangsang warna merah, biru, dan hijau. Akibatnya, kita dapat melihat seluruh spektrum warna dari ungu hingga merah atau kombinasi dari ketiga warna (merah, biru, dan hijau) tersebut.

B.     Tujuan
ü  Untuk mengetahui adanya bintik buta





BAB II
METODE
A.    Alat dan Bahan
·         Karton manila berwarna putih
·         Penggaris kayu satu meter
·         Spidol/pulpen
B.     Waktu  : 90 menit
C.    Cara Kerja
1.      Sediakan karton manila berukuran 3 x 14 cm
2.     

+                                                    10 cm                                                   
 
Buat tanda positif ( + ) dan tanda titik ( . ) pada garis tengah kertas dengan jarak 10 cm












 
14 cm
3.      Rekatkan potongan karton tersebut pada mistar plastik agat tidak mudah melengkung pada saat digerakkan
4.      Peganglah mistar dengan tangan kiri tegak lurus pada mistar kayu sejauh 50cm di depan mata, tanda titik (. ) di pasang di sebelah dalam ( selurus dengan batang hidung )
5.      Pusatkan pandangan mata kiri pada tanda titik (. ) sedang mata kanan ditutup
6.      Dengan mata kiri tetap terpusat pada tanda titik (. ) geser secara perlahan-lahan karton manila menuju ke arah mata sehingga tanda positif ( + ) hilang dan kemudian tampak kembali. Catat ke dalam tabel pada jarak berapa tanda positif menghilang dan tampak kembali. Ulangi percobaan ini selama tiga kali.
7.      Sekarang lakukan percobaan tersebut dengan menggunakan mata kanan sebanyak tiga kali


BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
Frekuensi Percobaan
Mata kanan ditutup
Mata kiriditutup
Jarak pada waktu tanda positif ( + ) hilang
Jarak pada waktu tanda positif ( + ) tampak kembali
Jarak pada waktu tanda positif ( + ) hilang
Jarak pada waktu tanda positif ( + ) tampak kembali
1
41,5
32
42,5
31
2
42
35
42
25
3
43,5
34,5
39,5
30

B.     Pembahasan
Pertanyaan
1.      Apa yang dapat kamu katakan tentang jarak hilangnya tanda positif dan tampaknya kembali tanda positif tersebut?
2.      Samakah keadaan jarak tanda positif menghilang dan tampak kembali antara mata kiri dan mata kanan Anda?
3.      Apakah ada hubungan antara peristiwa tersebut dengan penyakit buta warna? Jelaskan !
Jawaban
1.      Mata memiliki bintik buta
2.      Rata-rata setiap orang memiliki perbedaan jarak
3.      Tidak ada, karena buta warna merupakan kelainan pada mata yang merupakan penyakit turun temurun sedangkan bintik buta merupakan bagian mata pada retina yang tidak memiliki sel batang maupun sel kerucut.



BAB IV
PENUTUP
Setiap orang pasti mempunyai bintik buta yang terdapat pada bagian retina. Kita mungkin tidak menyadari keberadaan bintik buta tersebut yang dikarenakan kita memiliki 2 mata serta tidak dapat memfokuskan mata kiri atau mata kanan saja. Bintik buta pada retina tidak mengandung sel batang maupun sel kerucut sehingga tidak dapat melihat warna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar