Laporan Biologi

MENGETAHUI ADANYA BINTIK BUTA PADA MATA
OLEH:
Ø
NIRMALASARI
Ø
ISTIQOMAH
JUDDAH
Ø
TITANIA
RAMADHANI
Ø
SELVI
SAFITRI HASAN
Ø
ASNIAR
Ø
MELIANA
MULIADI

SMAN 1 LILIRIAJA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada
bagian belakang mata, tepatnya bagian dalam koroid mata terdapat sel-sel
fotoreseptor. Bagian ini disebut retina. Pada bagian luar bawah retina
terdapat cakram optik (bintik buta), yang menghubungkan saraf optik
dengan mata. Apabila impuls dari luar jatuh pada bagian ini, cahaya yang masuk
tidak dapat terdeteksi. Penyebabnya adalah bintik hitam yang tidak memiliki
sel-sel fotoreseptor. Sesuai bentuknya, di dalam retina terdapat dua sel
fotoreseptor yang peka terhadap cahaya, yakni sel batang (basilus) dan sel
kerucut (konus).
Sel batang berjumlah 125 juta, berbentuk tinggi dan
ramping. Sel ini mendeteksi bayangan cahaya dan bekerja dengan baik dalam
cahaya remang (malam hari). Namun, sel batang tidak mampu melihat warna. Dengan
kata lain, hanya warna hitam putih saja yang diterima. Di dalam sel batang
terdapat pigmen peka cahaya yang disebut rhodopsin. Rhodopsin merupakan
senyawa yang terbentuk dari vitamin A dan mudah terurai bila terkena sinar
terang. Setelah sinar terang berganti dengan sinar gelap, pigmen rhodopsin akan
terbentuk kembali. Proses pembentukan pigmen rhodopsin ini dinamakan waktu
adaptasi rhodopsin. Apabila kekurangan pigmen ini, seseorang dapat mengalami
rabun senja. Adapun sejumlah 6,5 juta sel kerucut berbentuk lebih pendek dan
lebar. Selain itu, sel kerucut mengumpul di bagian belakang, tepatnya bintik
kuning atau fovea. Fovea berfungsi sebagai tempat jatuhnya bayangan pada
retina. Sel kerucut yang banyak ini mampu melihat warna dan rincian halus dalam
cahaya terang. Pigmen yang terdapat dalam sel kerucut adalah iodopsin.
Iodopsin merupakan senyawa antara pigmen penyerap cahaya yakni retinin dan
protein membran turunan vitamin A yang disebut opsin. Sel kerucut peka
terhadap rangsang warna merah, biru, dan hijau. Akibatnya, kita dapat melihat
seluruh spektrum warna dari ungu hingga merah atau kombinasi dari ketiga warna
(merah, biru, dan hijau) tersebut.
B.
Tujuan
ü Untuk mengetahui adanya bintik buta
BAB II
METODE
A. Alat
dan Bahan
·
Karton manila berwarna putih
·
Penggaris kayu satu meter
·
Spidol/pulpen
B. Waktu : 90 menit
C. Cara
Kerja
1.
Sediakan karton manila berukuran 3 x 14 cm
2.
|
14 cm
3. Rekatkan potongan karton
tersebut pada mistar plastik agat tidak mudah melengkung pada saat digerakkan
4. Peganglah mistar dengan
tangan kiri tegak lurus pada mistar kayu sejauh 50cm di depan mata, tanda titik
(. ) di pasang di sebelah dalam ( selurus dengan batang hidung )
5. Pusatkan pandangan mata kiri
pada tanda titik (. ) sedang mata kanan ditutup
6. Dengan mata kiri tetap
terpusat pada tanda titik (. ) geser secara perlahan-lahan karton manila menuju
ke arah mata sehingga tanda positif ( + ) hilang dan kemudian tampak kembali.
Catat ke dalam tabel pada jarak berapa tanda positif menghilang dan tampak
kembali. Ulangi percobaan ini selama tiga kali.
7.
Sekarang lakukan percobaan tersebut dengan menggunakan mata kanan
sebanyak tiga kali
BAB III
HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Hasil
|
Frekuensi
Percobaan
|
Mata kanan
ditutup
|
Mata
kiriditutup
|
||
|
Jarak pada
waktu tanda positif ( + ) hilang
|
Jarak pada
waktu tanda positif ( + ) tampak kembali
|
Jarak pada
waktu tanda positif ( + ) hilang
|
Jarak pada
waktu tanda positif ( + ) tampak kembali
|
|
|
1
|
41,5
|
32
|
42,5
|
31
|
|
2
|
42
|
35
|
42
|
25
|
|
3
|
43,5
|
34,5
|
39,5
|
30
|
B. Pembahasan
Pertanyaan
1.
Apa yang dapat kamu katakan tentang jarak hilangnya tanda positif dan
tampaknya kembali tanda positif tersebut?
2.
Samakah keadaan jarak tanda positif menghilang dan tampak kembali antara
mata kiri dan mata kanan Anda?
3.
Apakah ada hubungan antara peristiwa tersebut dengan penyakit buta
warna? Jelaskan !
Jawaban
1.
Mata memiliki bintik buta
2.
Rata-rata setiap orang memiliki perbedaan jarak
3.
Tidak ada, karena buta warna merupakan kelainan pada mata yang merupakan
penyakit turun temurun sedangkan bintik buta merupakan bagian mata pada retina
yang tidak memiliki sel batang maupun sel kerucut.
BAB IV
PENUTUP
Setiap orang pasti mempunyai bintik buta yang
terdapat pada bagian retina. Kita mungkin tidak menyadari keberadaan bintik
buta tersebut yang dikarenakan kita memiliki 2 mata serta tidak dapat
memfokuskan mata kiri atau mata kanan saja. Bintik buta pada retina tidak
mengandung sel batang maupun sel kerucut sehingga tidak dapat melihat warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar