Hay guys, sorry yah aku baru nungol, hehehe. kali ini aku mau sharing cerpen. tapi ini bukan karya aku guys, ini karya teman aku yang bernama A.Zulfiana Tenri Lengka. gak usah lama-lama yah guys, cekidoooottt.............
Antara Cinta dan Kebutuhan
Kring....kring...kring...
Bunyi bel menandakan waktu istirahat tepatnya di SMA Negeri 1 Liliriaja,
tak lama setelah itu, semua siswa keluar dari kelasnya masing-masing, berbagai
kegiatan terjadi ada siswa yang menuju ke kantin, ke taman ataupun ke
perpustakaan. Begitu pula dengan siswa yang bernama Alya, namun ia tidak menuju
ke kantin tapi ia berbelok arah ke taman dekat kelasnya. Alya adalah satu
diantara ratusan siswa kelas X yang ada di sekolah tersebut.
“hello Nia, lagi ngapain di sini?”sapa Alya
“biasa, baca buku”singkat Nia.
“oh gitu, ehh, Aku punya temen chat bbm nih, orangnya tuh gak jelas banget,
masa sih setiap aku bc dia tuh paling cepet balesnya, aku pikir sih
dia.....”alya nyerocos tanpa titik koma.
“dia apa?”Nia langsung berhenti membaca dan langsung memotong pembicaraan
Alya.
“hmm,...dia suka deh sama aku”sambung alya
“oh...”singkat Nia, lalu melanjutkan bacaannya.
Karena jawaban Nia yang singkat dan seakan tidak
menghiraukan penjelasannya, Alya pun menjadi kesal.
“ahh Nia, kamu kenapa sih setiap aku curhat sama kamu, kamu cuma selalu
bilang oh aja, sekalian aja kamu nggak usah dengar, tutup aja kuping kamu” dengan nada keras, Alya
seakan menampakkan muka marah kepada Nia.
“ahh, nggak usah marah
gitu, bercanda keles” Nia pun menyimpan bukunya dan berusaha membujuk Alya
dengan lembut.
“gimana gak marah kalau orang lagi ngomong gubris dikit dong, jangan
dikacangin” kata Alya yang mukanya sudah mulai memerah.
“ya udah, emangnya kenapa?” dengan kata-katanya ,Nia membujuk Alya
Karena kemarahan Alya sudah sedikit meredam dia melanjutkan untuk
curhatan“gini semalam aku di chat
sama cowok, dia sih cuman basa basi aja bilangnya, lagi ngapain, sama
siapa,udah makan belum, yah obralan biasa kalau kenalan”
Karena mulai penasaran Nia terus memperhatikan cerita Alya
“ohh jadi?”
“katanya sih, dia juga sekolah di sini”Alya pun menjawab pertanyaan Nia
yang mulai ingin mengetahui sampai ke akar-akarnya.
“hahh masa,...kelas berapa?”lanjut Nia
“hmm kepo deh, kamu mau tau aja”karena merasa Nia sudah ingin tau semuanya,
Alya malah bercanda menanggapi pertanyaan Nia
“yehh, kasih tau dong, kepo nih”Nia pun berusaha membujuk Alya agar
menceritakan semuanya.
“yaudah deh, dia itu kelas......”karena Alya memperlambat suaranya Nia pun
jadi geregetan ingin mengetahui jawabannya.
“cepet dong Al, hampir bel masuk nih”Bujuk Nia
“dia itu kelas X juga”
“ohh, jadi lanjutannya apa nih, mau ini apa mau itu?”suara Nia yang seakan
mengejek Alya
“maksud kamu apa sih Ni?”kata Alya yang pura-pura tidak tahu.
“yah gitu deh, kamu jangan pura-para nggak tau gitu dong”sambil mengambil
bukunya Nia pun menuju ke kelas meninggalkan Alya.
“Yehh nggak kok, Ni tungguin dong”Alya pun menyusul Nia ke kelas.
Karena bel masuk sudah berbunyi semua siswa pun
kembali masuk ke kelasnya dan mealanjutkan pelajarannya.
Tidak terasa waktu pulang sekolah pun tiba,
akhirnya Alya dan Nia dapat melanjutkan percakapannya yang sempat tertunda
tadi.
“ohh iyya Al, si doi bilang apa sih, sama kamu?”Nia berusaha menanyakan
tentang cowok yang diceritakan Alya.
“hmm, yang terakhir sih dia bilang, dia mau ketemu dan bicara sesuatu”
“oh, aku ikut yah”Nia menawarkan dirinya untuk ikut dengan pertemuan
pertama Alya dengan cowok tersebut.
“nggak ahh, nanti kamu ganggu lagi”jawab Alya dengan sinis.
“ayolah Al, boleh dong, kan kalau orang berdua-duaan nggak boleh, dosa
tau”Nia berusaha memperingatkan sekaligus penasaran mau lihat cowok yang
diceritakan Alya.
“ya udah deh boleh, tapi jangan ganggu”Akhirnya Alya memperbolehkan Nia
untuk ikut.
Setelah sampai ditempat yang ditentukan oleh Alya, ternyata sudah terlihat ada seorang
cowok yang sedang duduk di tempat tersebut.
“Al, mungkin itu orangnya”dengan nada penasaran Nia berkata kepada Alya.
“hmm, kita tanya aja”Alya langsung menuju ke tempat orang tersebut.
Tanpa ragu-ragu Alya langsung menyapa orang
tersebut. Namun Nia hanya memperhatikan keduanya dari belakang.
“hai, kamu Tio Virnando yah”sapa Alya
Dengan pandangan yang tajam ke wajah Alya”iya, saya Tio kamu Anastasya
Faralya bukan?”
“ya, Aku Alya”Alya menjawab pertanyaan seorang cowok yang ada dihadapannya
dengan tersipu malu karena terus dipandangi”
Dengan waktu yang singkat mereka langsung akrab,
hingga Alya melupakan Nia yang ditinggalkannya tadi di belakang. Namun karena
sudah melihat orang yang di ceritakan temannya tersebut ia dapat mengerti, dia
tanpa berkata sepatah kata pun kepada alya ia pergi ke tempat lain mencari
cemilan dan minuman dingin karena merasa dia dikacangin oleh sahabatnya
sendiri, karena terlalu lama menunggu Nia bosan berada di tempat tersebut
sehingga ia memutuskan meninggalkan sahabatnya itu dan pulang sendiri ke rumah
tanpa memberitahukan sahabatnya tersebut.
Karena ada keperluan yang mendadak cowok tersebut
harus pulang terlebih dahulu, cowok tersebut pun meninggalkan Alya dengan
senyuman yang tak pernah terlupakan oleh Alya.Tak Beberapa lama setelah cowok
tersebut pulang, Alya teringat akan sahabat yang ditemaninya datang tadi.
Akhirnya Alya memutuskan untuk menyusul Nia kerumahnya karena merasa bersalah
telah meninggalkannya tadi.
Sesampainya di rumah Nia.
“Assalamu Alaikum”ucap Alya sambil mengetuk pintu rumah Nia.
“Waalaikum Salam, oh Alya, silahkan masuk nak”ternyata yang keluar dan
membukakan pintu untuknya adalah ibu Nia.
“Nia ada bu?”dengan perasaan bersalah Alya bertanya.
“Ada, itu dikamarnya, langsung masuk aja nak Alya”kata ibu Nia sambil
mepersilahkan Alya masuk.
“ohh iyya bu makasih”jawab Alya sambil menuju ke kamar Nia
Setelah sampai didepan kamar Nia, Alya langsung
saja masuk tanpa mengetuk pintu sebelumnya, mungkin saja menurut Alya rumah
sahabatnya itu rumah dia juga.
“Ni, kamu marah yah, sorry deh tadi aku memang salah, ngelupain kamu pas
lagi ketemu sama Tio”dengan nada memelas Alya membujuk Nia.
“Bagaimana aku nggak marah,sekali kamu udah dapat teman baru, aku dilupaiin
deh” Nia meluapkan rasa marahnya yang dipendam sedari tadi kepada Alya dengan
kata-katanya yang kasar, padahal ia tidak tega bersikap begitu sama Alya.
“iya...aku ngaku salah, aku minta maaf yah?”Alya berusaha meminta maaf sama
Nia, karena Alya memang merasa dirinya bersalah telah melupakan sahabatnya
karena keasyikan mengobrol dengan Tio.
“ya udah aku maafin, tapi sekali lagi kamu begitu aku nggak akan maafin
kamu lagi”karena merasa kasihan melihat Alya, Akhirnya Nia memaafkannya juga.
“iya, aku janji”sambil memeluk sahabatnya itu perasaan senang menyelubungi
hati Alya.
Tak hanya senang dimaafkan oleh Nia, Alya juga senang karena bisa bertemu
langsung dengan cowok yang di ajaknya chat sebelumnya.
“ohh iyya, by the way gimana pertemuan pertama kamu sama si cowok
itu”pertanyaan Nia tentang cowok itu berlanjut lagi.
“wah ini pertemuan yang tidak akan pernah aku lupakan, pertamanya tuh Ni,
aku kaget karena wajahnya tuh difoto beda banget sama aslinya, huuu aslinya tuh
ganteng banget, senyumnya manis ditambah lagi gayanya keren banget, pokoknya
orangnya tuh perfect banget deh, nggak ada yang kurang secuil apapun, loe pasti
juga bilang gitu kalau liat dia”Alya menjelaskan panjang lebar tanpa membiarkan
Nia berbicara sepatah katapun.
“hmm sayangnya tadi aku hanya liat itu cowok dari belakang jauh lagi, jadi nggak tau gimana,tapi
ahh aku nggak percaya deh, karena menurut aku setiap cowok yang kamu lihat
menurut kamu semuanya tuh ganteng, manis pokoknya apalah-apalah deh yang kamu
bilang padahal aslinya waduh jauh banget dari omongan kamu”Nia mengungkapkan
pendapatnya tentang cowok yang diceritakannya tadi.
“ahh nggak kok Ni, dia beneran ganteng banget kok liat aja dia besok di
sekolah”balas Alya tentang pernyataan sahabatnyua itu.
“hmm ya udah kita liat aja besok”tantang Nia
“oke.. Ya udah deh Ni besok kita liat, udah sore juga nih aku mau pulang
dulu nanti ibu aku nyariin, sampai ketemu besok yah bye”ucapan terakhir Alya
sebelum meninggalkan kamar Nia.
“hmm iya deh byee.”
Tak lama sesampai Alya di rumah, handphonenya berdering tanda ada bbm yang masuk.
Tett...tettt.tetttt
“sore Alya, sudah
sampai rumah belum?”kutipan pesan dari Tio.
“iya, sudah sampai
dari tadi nih”balas Alya
Setelah
berkirim-kirim pesan yang lumayan panjang lebar, sekedar basa-basi tanpa Alya sadar
tiba-tiba Tio mengirim pesan yang bertuliskan.
“Al, kayaknya ada
yang beda deh dari diri kamu, semenjak tadi kita ketemu perasanku tuh nggak
karuan, di otakku hanya ada kamu, rasanya aku ingin selalu berada di dekat
kamu, aku nggak tau ini perasaan apa, tapi sepertinya aku suka deh sama kamu”
tak lama kemudian tampil lagi satu pesan “Al, bagaimana dengan perasaan kamu?”
Karena merasa
kaget dengan pesan yang diterimanya, ia berfikir cukup lama sebelum menjawab
pertanyaan cowok yang baru dikenalnya itu. Akhirnya ia memutuskan.
“Tio, aku sih
belum tau pasti perasaan aku saat ini tapi semenjak aku lihat kamu aku juga
merasakan hal yang sama”
“jadi, kamu juga
suka sama aku?”balasan Tio
“aku nggak
tau”jawaban polos Alya
“ya udah kamu
pikir-pikir aja dulu”balas Tio
“iya, Tio udah
dulu yah udah malam nih besok sekolah bye Tio”
“iyya Good Night,
sweet dream yah Alya byee”
Sesampainya disekolah Alya langsung mencari Nia
dan menceritakan semua apa yang terjadi semalam secara detail kepadanya.
“Ni, liat nih benerkan tebakan aku Tio tuh suka sama aku”ujar Alya.
“hati-hati Al sama cowok yang baru kamu kenal, kenalnya lewat sosial media
lagi, bahaya tau”Nia berusaha memperingatkan Alya.
“iya juga sih Ni tapi sepertinya dia orang baik-baik kok sopan lagi orangnya”berusaha meyakinkan Nia
“ya udah deh yang penting aku sebagai sahabat kamu, udah peringatin kamu
tentang hal ini, tapi kalau terjadi sesuatu jangan menyesal yah”nasihat Nia
“ya makasih deh atas nasihatnya, tapi aku mau coba jalani dulu”
Akhirnya setelah beberapa hari memikirkan hal
tersebut, Alya memutuskan untuk menerima permintaan Tio. Dan stasus dari
keduanya pun berubah Alya dan Tio sudah resmi menjadi pasangan kekasih meskipun
mereka masih belum cukup umur menjalani hubungan sebagai pasangan kekasih.
Hubungan mereka berjalan seperti orang-orang
pacaran lainnya, kadang bertemu saat istirahat atau sepulang sekolah, Alya
merasa menjadi seorang princces yang telah menemukan princenya.
Namun tak seperti pandangan sahabatnya Nia tentang
hubungannya tersebut karena setelah Alya pacaran dengan Tio, ia berubah, kadang
lebih mementingkan jalan-jalan dengan Tio dibanding dengan mengerjakan
tugas-tugasnya dan satu lagi waktunya untuk keluarga, sahabat dan lainnya sudah
tidak ada yang ada hanya untuk Tio. Hingga akhirnya, Nia mendatangi Alya.
“Al, kamu ingat nggak janji kamu sehari sebelum kamu pacaran dengan
Tio”ujar Nia
“Ahh, apa sih Ni?”jawabnya sambil mengetik di handphonenya.
“Al, semenjak kamu pacaran itu kamu berubah, udah nggak ingat pelajaran,
nggak ingat keluarga, nggak ingat teman malah, di otak kamu itu cuma ada Tio,
Tio dan Tio, sekarang semuanya kayak hilang dari otak kamu, hilang Al”Nia
berusaha memperingatkan Alya.
Alya langsung menyimpan HPnya dan memperhatikan dan memikirkan ucapan yang
baru saja keluar dari Mulut sahabatnya itu.
“Ni, aku baru sadar ternyata semua omongan kamu itu benar, aku berubah
semua sikap aku akhir-akhir ini berbeda, aku harus bagaimana Ni?”jawab Alya
dengan nada sedih
“Al, aku nggak nyuruh kamu untuk putus sam Tio, tapi ingat batas Al, dan
yang aku lihat sekarang pacaran itu bagi kamu bukan cinta Al tapi cuma
kebutuhan, liat aja semenjak kamu punya pacar kamu hanya butuh perhatian,
pengakuan dan yang lainnyalah dari pacar kamu, aku liat tidak ada perasaan
cinta di antara kalian berdua, kalian hanya butuh berduaan, bepergian bersama
dan apalah, malahan perbuatan kalian sudah menjurut ke arah yang maksiat Al,
itu semua dosa”nasihat Nia.
“iyya Ni, kamu benar semua ini hanya kebutuhan, karena semenjak aku
pacaran, aku hanya butuh perhatian dari dia tanpa memperhatikan keluarga dan
teman-teman terutama kamu Ni, semenjak dari itu jugalah Tio mulai meminta
hal-hal yang aneh, namun aku harus tetap menuruti kemauannya. Itu semua
kebutuhannya, aku tak mampu melawannya, ketika ia minta jalan pasti aku juga
menurutinya. Aku salah Ni karena aku terus memanjakannya padahal kami baru
menjalani hubungan Pacaran”pernyataan Alya yang diungkapkannya ke Nia dengan
perasaan menyesal.
“ya udah Al, aku nggak larang kamu pacaran kok, tapi pacaran itu pakai
batas dong, jangan terus memenuhi kebutuhan manusiawi kamu Al, ingat akhirat,
ingat keluarga kamu”ucap Nia.
“iya Ni aku ngerti, aku akan berusaha jelasin ke Tio, kalau kita mau tetap
pacaran, kita harus pakai batas dan nggak melakukan hal-hal yang tidak wajar lagi.
Makasih yah Ni udah peringatin aku tentang semua ini”ucap Alya.
Akhirnya semenjak waktu itu, Alya tidak lagi mengulangi kesalahan yang
sama, ia menjalani hidupnya seperti dahulu, hanya satu yang berbeda yaitu
kehadiran cowok yang berada di sampingnya sekarang, yang terus menjaga dan
menyayangi dia dengan sepenuh hati tanpa adanya fikiran pacaran hanya untuk
memenuhi kebutuhan.
END
oke guys, itu dulu yang bisa gue bagiin sama kalian, dadadahhh. Wassalamu'alaikum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar