Rabu, 10 Juni 2015

MAKALAH TENTANG JAMUR, IPA BIOLOGI KELAS X


BAB I

PENDAHULUAN

Ciri-ciri umum



Ciri-ciri umum fungi (jamur) antara lain:

1.  Organisme eukariotik, karena mempunyai membran inti.

2.  Dinding selnya terdiri dari zat kitin.

3.  Tidak memiliki klorofil.

4.  Bersifat heterotrof (saprofit, parasit, atau simbiotik).

5.  Tubuhnya ada yang uniseluler dan ada juga yang multiseluler. Fungi multiseluler tersusun atas benang-benanghifa membentuk anyaman yang disebut miselium. Hifa ada yang bersekat (septum) ada yang tidak bersekat (aseptum) sehingga mempunyai banyak inti yang disebut senositik.

6.  Reproduksi secara aseksual dan seksual.

a.       Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan kuncup (pada khamir), fragmentasi, dan pembentukan spora aseksual (berupa sporangiospora atau konidia).

b.      Reproduksi secara seksual dengan konjugasi dan pembentukan spora seksual (berupa zigospora, askospora, dan basidiospora). 

7.  Habitat fungi, yaitu di darat (terestrial) dan di tempat lembab.




Cara Jamur Memperoleh Makanan


1. Saprofit

Mereka memperoleh makanan dari materi organic yang sudah mati atau sampah.Untuk memperoleh makanannya, hifa mengeluarkan semacam enzim pencernaan yang dapat merombak materi organic menjadi bentuk sederhana sehingga mudah diserap oleh sel jamur.

2. Parasit

Mereka memperoleh makanan dari tubuh inangnya.Pada jamur parasit, terutama yang menyerang tumbuhan terdapat bentuk hifa khusus yang disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut memiliki kemampuan untuk menembus sel inang sehingga dapat menyerap zat makanan yang dihasilkan inang.

3. Simbiotis

Beberapa jamur lainnya dapat membentuk hubungan simbiotis dengan akar tumbuhan tingkat tinggi. Jamur menyediakan materi anorganik bagi tumbuhan dan sebaliknya jamur memperoleh materi organic dari tumbuhan. Selain dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur juga dapat bersimbiotis dengan ganggang hijau atau ganggang biru – hijau membentuk liken



Reproduksi Jamur
1. Reproduksi secara Seksual
Reproduksi secara seksual dapat dilakukan melalui penyatuan dua hifa haploid yang secaragenetika berbeda. Peristiwa semacam itu dikenal dengan konjugasi.

2. Reproduksi secara Aseksual

a. Pembentukan Spora Aseksual

Reproduksi aseksual biasanya dilakukan melalui spora aseksual yang dihasilkan oleh hifa tertentu. Spora Aseksual merupakan sel reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi organism baru.

b. Fragmentasi 

Reproduksi aseksual dapat juga dilakukan melalui Fragmentasi atau pemisahan hifa dari dari sebuah miselium. Selanjutnya, hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium baru. Pada kondisi tertentu, hifa akan terdiferensiasi mengjadi sporangia (penghasil spora aseksual).

c. Pembentukan Tunas

Reproduksi aseksual lainnya adalah dengan cara pembentukan tunas (semacam sel berukura kecil uang kemudian tumbuh dalam ukuran sempurna). Cara reproduksi melalui pembentukan tunmas biasa dilakukan oleh jamur uni seluler, misalnya ragi.




KLASIFKASI JAMUR

Jamur dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yakni :

1. Divisi Zygomycota

Divisi Zygomycota dikenal sebagai jamur zigospora. Zogospora merupakan bntuk spora seksual berdinding tebal.

a. Ciri Jamur Zygospora 

· Hampir semua anggotanya hidup pada habitat darat

· Kebanyakan hidup sebagai saprofit

· Tubuh ber sel banyak berbentuk benang yang tidak bersekat

· Tidak menghasilkan sproa berflagel

· Reproduksi seksual menghalkan zigosprora

b. Reproduksi Jamur Zygospora

Untuk mengetahui proses reproduksi jamur zygospora dapat dilihat dari cara reproduksi rhyzopus. Cara reproduksi amur tersebut dianggap repreentatif untuk seluruh anggota jamur zygospora. Dapat berproduksi secara aseksual dan seksual.

· Reproduksi aseksual dilakukan dengan spora yang tersimpan didalam sporagium.spora yang terpecah dan terbawa angin yang jatuh ditepat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa baru.

· Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara konjugasi. Proses ini terjadi pada hifa-hifa yang berlainan jenis (+) atau (-)

c. Contoh jamur zigospora

· Rhizopus stolonifer disebut juga jamur roti hitam. Sebagian hifa tumbuh mendatar dipermukaan roti. Struktur hifa seperti ini disebut stolon. Sebagia hifa tumbuh di dalam roti berbentuk rizoid yang berfungsi untuk melekatkan diri pada substrat dan menyerap makanan.

· Rhizopus orizae berperan dalam pembuatan tempe.

· Rhizopus nigricans menghasilkan asam fumarat.

· Mucor mucedu miselium jamur ini berkembang didalam substrat. Sporangium biasanya ditunjukkan oleh semacam tangkai yang disebut sporangiofor.

2. ­­Divisi Ascomycota

Dikenal sebagai jamur kantong. Dan merupakan kelompok terbesar dari keempat diisi jamur. 

a. Ciri jamur kantong

· Memiliki struktur khusus yang disebut askus

· Tubuhnya ada yang berupa uniseluler dan berupa multiseluler

· Hidup sebagai saprofit dan parasit

b. Reproduksi jamur kantong

· Reproduksi aseksual dilakukan dengan dengan cara pembentukan tunas (pada tunas jamur uniseluler) dan spora aseksual (pada jamur multiseluler)

· Reproduksi aseksual dilakukan dengan askus. Askus adalah semacam kanton gspora yang menghasilkan askospora. 

c. Contoh jamur kantong 

· Saccharomyces merupakan jamur uniseluer. Jamur ini biasa dikenal oang sebagai ragi, khamir, atau yeast.

· Peicillium hidup sebagai saprofit di berbagai tempat, terutaman pada substrat yang mengandung gula, seperti nasi, roti, dan buah yang sudah ranum.

· Aspergillus dapat hidup sebagai saprofit dan parasit pada substrak makanan, pakaian, manusia, dan burung. 

· Trichoderma umumnya dapat menghasilkan enzim selulose sehingga jamur ini sering disebut bersifat selulotik. 

· Neurospora crassa dikenal sebagai jamur onom karena jamur ini banyak digunakan masyarakat setempat untuk membuat oncom.

· Xylaria tabacna hidup sebagai parasit pada petai cina. Selain itu, jamur ini banyak terdapat pada batang pohon yang telah busuk.

· Morchella esculenta merupakan jenis jamur yang dapat dijadikan sebagai bahan makanan. Jamur ini memiliki tngkai pada buahnya. Tubuh buah umumnya berbentuk kerucut.

· Claviceps purpurea merupakan jenis jamur yang biasa hidup parasit pada bakal buah graminease.

3. Divisi basidiomycota

Dikenal sebagai jamur gada. Disebut demikian karena kelompok jamur ini memiliki organ penghasil spora berbentu gada yang disebut basidium.

a. Ciri jamur gada

· Kebanyakan berukuran makroskopis

· Miselium bersekat

· Tubuh buah (basidiokarp) berbentuk panjang, lembaran-lembaran yang berliku-liku, atau bulat.

· Hidup sebagai saprofit dan parasit.

b. Reproduksi jamur gada

Pada umumnya jamu gada bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan konidium namun reproduksi demikian jarang terjadi.

· Spora basidium atau kanidium berkecambah, tumbuh menjadi hifa beekat dengan satu initi (monokariotik). Hifa tersebut tumbuh membentuk mselium

· Hifa dari dua strain yang berbeda masing-masing ujungnya bersinggungan dan melebur yang diikuti dengan larutnya masing-masing miselium

· Inti sel dari salah satu sel pindah ke sel yang yang lainnya sehingga sel terseut memiliki dua inti (dikariotik)

· Sel dikariotik tumbuh menjadi miselium dikariotik dan seterusnya tumbuh menjadi tubuh buah.

· Masing – masing basidium memiliki dua inti (2n). Kedua inti tersebut mengalami meiosis sehingga terbentuk empat inti haploid.

· Inti haploid tersebut akan tumbuh menjadi spora basidium atau disebut juga spora seksual.

c. Contoh jamur gada

· Volvariella volvacea (jamur merang), tubuh buah berbentuk payung, terdiri atas lembarang – lembaran yang berisi basidium dan tubuhnya agak berwarna merah, dapat dimakan dan enak rasanya.

· Auricularia polytricha (jamur kuping), hidup sebagai saprofit pada kayu mati, tubuh buahnya enak dimakan untuk sayuran dan sudah banyak dibudidayakan.

· Pleurotus (jamur tiram) hidup baik pada substrat yank banyak mengandung lignin dan selulosa. Biasanya jamur ini banyak terdapat pada batang kayu yank masih hidup / sudah mati.

· Polyporus giganteus (jamur papan), hidup sebagai saprofit pada kayu, kayu yang telah lapuk.

· Clavaria zippelli (supa mayang), hidup sebagai saprofit di tanah kawasan hutan. Tubuh buahnya tegak bercabang – cabang sehingga membentuk bangunan, seperti batu karang.

· Amanita phalloides hidup sebagai saprofit pada sisa sisa kotoran ternak dan tubuhnya berbentuk seperti payung.

· Puccinia graminis (jamur karat) hidup sebagai parasit pada daun rumput – rumputan, tubuhnya mikroskopis, tidak memiliki tubuh buah, dan sporanyaberwarna merah kecoklatan, seperti warna karat.

· Ustilago maydis, sering ditemukan pada tanaman jagung.



4. Divisi Deuteromycota

Dikenal sebagai jamur imperfekti/jamur tak sempurna. Disebut demikian karena kelompok jamur ini belum mengetahui cara reproduksi seksualnya.

a. Ciri jamur imperfekti

· Hifa berseka sekat

· Tubuh berukuran mikroskopis

· Hidup sebagai saprofit (pada isa-sisa makanan atau sampah) dan parasit

b. Reproduksi jamur mperfekti bereproduksi secara aseksual yaitu dengan konidia. Reproduksi seksualnya belum diketahui. 

c. Contoh jamur imperfekti

· Epidermophyton floocosum è jamur ini merupakan timbunya penyakit kaki atlet

· Microporum dan Trighophyton è kedua jenis jamur ini sering kali menjadi penyebab timbulnya penyakit kurap

· Sclerothium rolfsie merupakan penyebab timbulnya penyakit busuk pada tanaman budi daya

· Helminthosporium orysae hidup sebagai parasit sehingga dapat merusak kecambah dan buah serta menimulkan noda-noda berwarna hitam pada daun inangnya

· Candida albcans è bentuk tubuh menyerupai ragi dan hidup sebagai parasit. Jamur ini menyebabkaninfeksi pada vagina

KEUNTUNGAN

Jamur yang menguntungkan antara lain, sebagai berikut.

a. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.

b. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotic.

c. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

d. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

e. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

Sementara itu, jamur yang merugikan, antara lain, sebagai berikut.

a. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paruparu manusia.

b. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

c. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.


KERUGIAN


Kerugian yang ditimbulkan oleh jamur misalnya berbagai spesies jamur yang menghasilkan zat beracun misal aflatoksin dari Aspergilus flavus, jamur jamur yang menyebabkan korosi dan pelapukan kayu dan dinding, jamur yg menyebabkan gangguan pernafasan misal ruangan ber AC yang jarang sekali diganti udaranya, jamur yang menyebabkan penyakit pada hewan , tumbuhan dan manusia dsb.kerugian jamur adalah ketika jamur itu bersifat patogen atau membawa penyakit contoh panu, kurap, kudis, dll







































BAB II

PEMBAHASAN



Sebelum memulai penelitian persiapkan alat dan bahan terlebih dahulu



Alat dan Bahan

*      Mikroskop

*      Pipet tetes

*      Kaca objek

*      Kaca penutup

*      Ragi

*      Tempe

*      Roti





Cara Kerja

A.    Mengamati sel ragi

1.      Larutkan ragi dalam cawan dengan menggunakan air hangat

2.      Diamkan kurang lebih 5 menit

3.      Dengan menggunakan pipet tetes, teteskan satu tetes di atas kaca preparat

4.      Amati dengan menggunakan pembesaran lemah

5.      Gambarkan hasil pengamatan anda, cantumkan pembesaran yang digunakan





Hasil Pengamatan

Sel ragi

Saccharomyces cerevisiae

Gambar



















B.     Mengamati jamur dari tempe

1.      Dengan menggunakan jarum pentul ambil sedikit jamur dari tempe

2.      Letakkan pada kaca objek yang telah diberi setetes air

3.      Amati dengan menggunakan penbesaran lemah

4.      Gambar hasil pengamatan anda, lengkapi dengan keterangan bagian-bagiannya

Hasil pengamatan

Jamur dari tempe

Rhizopus stolonifer

Gambar



















C.     Jamur dari roti

1.      Dengan menggunakan jarum pentul ambil sedikit jamur dari tempe

2.      Letakkan pada kaca objek yang telah diberi setetes air

3.      Amati dengan menggunakan penbesaran lemah

4.      Gambar hasil pengamatan anda, lengkapi dengan keterangan bagian-bagiannya



Hasil pengamatan

Jamur dari roti

Aspergillus

Gambar









































D.    Mengamati jamur besar

1.      Letakkan jamur di atas meja

2.      Gambarlah jamur tersebut atau boleh anda langsung memfotonya



Hasil pengamatan

Nama jamur : jamur shitake

Gambar



























































BAB III

PENUTUP



Kesimpulan

Jamur adalah tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa. Hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada juga dengan cara generatif. Jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya untuk memperoleh makanannya. Setelah itu, menyimpannya dalam bentuk glikogen. Jamur merupakan konsumen, maka dari itu jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. 

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan 
simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat padamikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken. Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme.Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar