AKIBAT MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN.
Hari itu, ketika matahari baru saja
menampakkan dirinya terdengar bel berbunyi di salah satu sekolah favorit yang
menandakan pelajaran jam pertama telah masuk. Terdengar langkah kaki seorang
guru menuju kelas X IIS K.
Pak Guru : Anak-anak buka
buku kalian hal.114. Bacalah teks anekdot “Itu
Sampah atau Apa?”
Siswa : Baik Pak.
Andul : Hebat yah,
sampah sudah menjadi bunga-bunga nusantara .
Kereeen ( mengangkat jempol )
Indah : Iya,
begitulah nasib negara kita sebagai tong sampah terbesar,
katanya sih ( mengangkat bahu )
Pak Guru : Yah, setelah
kalian baca tolong jawab pertanyaannya juga.
Bapak minta maaf, harus pergi dulu karena ada kepentingan
yang
sangat mendesak. Bapak harap kalian tidak ribut
(meninggalkan
kelas).
Setelah Pak guru keluar kelas Andul dan
Indah melanjutkan percakapannya yang sempat tertunda
Indah : Di jalanan ada sampah. Di selokan
penuh sampah. Di laci
ada sampah ( sambil berpuisi ) Ciyee, Andul
kena sindir.
Andul :
Hahaha, tau aja kamu. Kalau diingat-ingat aku itu tiada hari
tanpa membuang sampah (tersenyum-senyum)
Indah : Wahhh
Hebatt!! Tapi kurangin dikit dong
Andul :
Iya Bu guru ( menjulurkan lidah ). Istirahat nanti kita ke
kantin bareng yah
Indah : Ok
dehh..
Setelah jam pertama dan kedua berakhir, bel istirahatpun berbunyi. Terlihat Pak Yanto (Si Tukang pembersih
sekolah) sedang membersihkan taman yang ada di depan kelas. Kebetulan di samping kelas, Andul dan
Indah sedang berdiri sambil memakan sebuah kerupuk dan meminum minuman gelas.
Pak Yanto : Ya Allah, kotor sekali taman ini. (sambil
menggeleng-
Gelengkan kepala).
Tiba-tiba Andul yang tadinya berdiri di
samping kelas, melempar pembungkus makanan dan minumannya yang telah habis. Dan
mengenai Pak Yanto.
Andul : Alhamdulillah, messo siki ( berbahasa bugis
sambil
membuang sampah dan mengenai Pak Yanto
si Tukang
pembersih sekolah itu ).
Pak Yanto : Astagfirullah (kaget, dan melanjutkan
pekerjaannya)
Andul : Aduh…
Indah, bagaimana ini? Aku bisa kena marah
( ketakutan ketika
melihat sampah yang
dibuangnya mengenai Si Tukang pembersih
sekolah itu )
Indah : Kamu sih,
sukanya buang sampah sembarangan. Kan begini
akibatnya.
hmm
Kebetulan
Pak Guru sedang lewat dan melihat kejadian itu.
Pak Guru : (menggelengkan kepala) Andul
kamu ke sini.
Andul
: aduh.. mampus deh gue. (berbisik)
Indah : siapa suruh membuang sampah sembarangan.
Andul : Ada apa
Pak?
Pak Guru : Andul lain kali kamu tidak boleh membuang
sampah
Sembarangan.
Kamu mau negeri kita menjadi lautan sampah.
Kalau
bukan kita yang sadar siapa lagi?
Andul : Iya
Pak, saya minta maaf. Saya tidak akan mengulanginya lagi.
Pak Guru : Baiklah, tapi sekarang
kamu harus minta maaf kepada Pak
Yanto!
Andul : Baik Pak. (sambil meninggalkan Pak
Guru)
Setelah itu, Andul bersama Indah segera
menemui Pak Yanto
(Si Tukang pembersih sekolah itu) yang sedang
menyapu di Taman, untuk meminta maaf.
Andul : Pak, saya mau minta maaf. Soal kejadian
tadi, yang
membuang
sampah sembarangan dan mengenai
Bapak.
Pak Yanto : iya gak papa (sambil tersenyum), tapi lain
kali jangan
membuang sampah sembarangan yah.
Indah
: Dengar tuhh Ndul,, jangan membuang sampah
Sembarangan!!
Andul
: Baik Pak, beres Indah bawel (sambil mengangkat
Jempolnya dan tertawa).
Makasih yah Pak….
Setelah kejadian itu Andul tidak pernah
membuang sampah
sembarangan lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar