Topik : Sukses dalam Mengurus
Keluarga, Sukses Pula dalam Usaha
Pewawancara : Nirmalasari
Narasumber : Nurhaini
Pekerjaan : Wiraswasta ( Penjual The Poci )
Hari, tanggal : Selasa, 03 Februari 2015
Tempat : Cangadi
Ø Hasil Wawancara
·
Model
Dialog
Kapan Ibu mulai menekuni usaha ini?
Saya mulai menekuni usaha ini sejak bulan Agustus pada tahun 2014, sudah
lama saya ingin memulai usaha ini, tetapi baru pada tahun kemarin saya dapat
melaksanakannya.
Ibu mempunyai keluarga dan anak yang
masih balita. Kalau begitu, bagaimana cara Ibu membagi waktu dengan keluarga
sementara Ibu juga harus mengurus usaha ini?
Itu bukanlah masalah yang besar, kita harus pintar-pintar membagi waktu.
Itulah kunci utama dari masalah ini, manajemen waktu. Usaha saya ini, juga
tidak jauh dari rumah dan pekerjaan ini tidak terlalu menyita banyak waktu
menurut saya.
Usaha Ibu tidak jauh dari rumah. Di
mana tepatnya Ibu menjual atau menjalankan usaha ini?
Saya menjalankan usaha ini di depan rumah saja.
Apa motivasi Ibu untuk tetap
bertahan menjadi seorang penjual The Poci di tengah maraknya makanan ataupun
minuman instan?
Yang pertama, untuk menambah penghasilan keluarga. Karena saya punya 2
anak, jadi saya pikir wanita yang hebat adalah wanita yang mampu mengurus
keluarga dan mampu membantu suami untuk bekerja, meskipun penghasilannya tidak
banyak. Nah, itulah motivasi utama saya, keluarga.
Kalau begitu, berapa yang dapat Ibu
hasilkan perhari dari usaha ini?
Penghasilannya tidak menentu, kalau sedang musim penghujan begini
biasanya penjualan akan sedikit atau menurun. Kadang penghasilannya Rp100.000,-
sampai Rp300.000,-
Ibu melakukan usaha di depan rumah
saja, kalau begitu siapa saja yang biasanya menjadi pelanggan Ibu?
Yang menjadi pelanggan terbanyak tentunya anak-anak yang berada di
sekitar lingkungan rumah, para tentangga dan kadang pula ada anak sekolah dan
warga dari kampung lain.
Anak-anak biasanya menyukai sesuatu
yang baru dan menarik, serta gampang bosan. Bagaimana cara Ibu untuk tetap
mempertahankan kepercayaan pembeli terutama anak-anak?
Saya mengikuti selera anak-anak, kalau mereka sudah bosan saya
memberikan suguhan yang baru lagi. Selain itu, harga jualan saya mudah
dijangkau oleh anak-anak. Saya memang menyesuaikannya dengan uang saku
anak-anak.
Mengapa Ibu tidak mencoba untuk
berjualan keliling?
Yah, karena saya mempunyai anak yang masih balita dan menurut saya kalau
harus berjualan keliling sangat repot. Harus pakai gerobak dan semacamnya,
kalau di depan rumah lebih mudah dan gampang.
Apakah Ibu pernah mengalami
kegagalan dalam usaha ini, seperti mengalami kerugian?
Alhamdulillah, tidak pernah. Selalu berhasil karena usaha ini tidak menimbulkan
kerugian, contohnya saja es batu kan tidak bisa basi, bisa disimpan di dalam
lemari pendingin lagi. Jadi saya pikir, tingkat kerugian tidak terlalu besar.
·
Model
Narasi
Ibu Nurhaini mulai menggeluti usaha penjualan the poci sejak 6 bulan
yang lalu, tepatnya bulan Agustus pada tahun 2014.
Menejemen waktu adalah kunci utama dalam melakukan usaha tersebut karena
harus pandai dalam membagi waktu, baik waktu untuk keluarga maupun untuk
melayani pelanggan atau pembeli.
Usaha yang dijalankan hanya dilakukan di depan rumah, karena lebih mudah
dan gampang. Serta lebih mudah mengurusi anak-anak.
Mempertahankan usaha agar dapat menambah penghasilan keluarga dan
membantu suami, meskipun pengahasilannya tidak seberapa, tetapi harus tetap
disyukuri.
Penghasilannya yang tidak menentu, kalau sedang musim penghujan biasanya
penjualan akan sedikit atau menurun. Penghasilannya sekitar Rp100.000,- sampai
Rp300.000,-
Pelanggannya anak-anak yang berada di sekitar lingkungan rumah, para
tentangga dan kadang pula ada anak sekolah dan warga dari kampung lain.
Menarik pelanggan dengan selalu memberikan suguhan yang baru ketika
pelanggan atau pembeli sudah merasa bosan, tetapi dengan harga yang masih tetap
terjangkau.
Lebih memilih untuk berjualan di depan rumah karena lebih gampang dan mudah daripada harus berjualan keliling sangat merepotkan.
Lebih memilih untuk berjualan di depan rumah karena lebih gampang dan mudah daripada harus berjualan keliling sangat merepotkan.
Kerugiannya tidak terlalu besar, karena bahan-bahannya tidak mudah basi.
Nama
: Nirmalasari
Kelas
: X.K1
Nis : 11078
Tidak ada komentar:
Posting Komentar