Rabu, 10 Juni 2015

Contoh Wawancara



Topik                : Sukses dalam Mengurus Keluarga, Sukses Pula dalam Usaha
Pewawancara  : Nirmalasari
Narasumber    : Nurhaini
Pekerjaan         : Wiraswasta ( Penjual The Poci )
Hari, tanggal    : Selasa, 03 Februari 2015
Tempat             : Cangadi

Ø Hasil Wawancara

·        Model Dialog

Kapan Ibu mulai menekuni usaha ini?
   Saya mulai menekuni usaha ini sejak bulan Agustus pada tahun 2014, sudah lama saya ingin memulai usaha ini, tetapi baru pada tahun kemarin saya dapat melaksanakannya.

Ibu mempunyai keluarga dan anak yang masih balita. Kalau begitu, bagaimana cara Ibu membagi waktu dengan keluarga sementara Ibu juga harus mengurus usaha ini?
   Itu bukanlah masalah yang besar, kita harus pintar-pintar membagi waktu. Itulah kunci utama dari masalah ini, manajemen waktu. Usaha saya ini, juga tidak jauh dari rumah dan pekerjaan ini tidak terlalu menyita banyak waktu menurut saya.

Usaha Ibu tidak jauh dari rumah. Di mana tepatnya Ibu menjual atau menjalankan usaha ini?
   Saya menjalankan usaha ini di depan rumah saja.

Apa motivasi Ibu untuk tetap bertahan menjadi seorang penjual The Poci di tengah maraknya makanan ataupun minuman instan?
   Yang pertama, untuk menambah penghasilan keluarga. Karena saya punya 2 anak, jadi saya pikir wanita yang hebat adalah wanita yang mampu mengurus keluarga dan mampu membantu suami untuk bekerja, meskipun penghasilannya tidak banyak. Nah, itulah motivasi utama saya, keluarga.

Kalau begitu, berapa yang dapat Ibu hasilkan perhari dari usaha ini?
  Penghasilannya tidak menentu, kalau sedang musim penghujan begini biasanya penjualan akan sedikit atau menurun. Kadang penghasilannya Rp100.000,- sampai Rp300.000,-
Ibu melakukan usaha di depan rumah saja, kalau begitu siapa saja yang biasanya menjadi pelanggan Ibu?
   Yang menjadi pelanggan terbanyak tentunya anak-anak yang berada di sekitar lingkungan rumah, para tentangga dan kadang pula ada anak sekolah dan warga dari kampung lain.

Anak-anak biasanya menyukai sesuatu yang baru dan menarik, serta gampang bosan. Bagaimana cara Ibu untuk tetap mempertahankan kepercayaan pembeli terutama anak-anak?
   Saya mengikuti selera anak-anak, kalau mereka sudah bosan saya memberikan suguhan yang baru lagi. Selain itu, harga jualan saya mudah dijangkau oleh anak-anak. Saya memang menyesuaikannya dengan uang saku anak-anak.

Mengapa Ibu tidak mencoba untuk berjualan keliling?
   Yah, karena saya mempunyai anak yang masih balita dan menurut saya kalau harus berjualan keliling sangat repot. Harus pakai gerobak dan semacamnya, kalau di depan rumah lebih mudah dan gampang.

Apakah Ibu pernah mengalami kegagalan dalam usaha ini, seperti mengalami kerugian?
   Alhamdulillah, tidak pernah. Selalu berhasil karena usaha ini tidak menimbulkan kerugian, contohnya saja es batu kan tidak bisa basi, bisa disimpan di dalam lemari pendingin lagi. Jadi saya pikir, tingkat kerugian tidak terlalu besar.

·        Model Narasi

   Ibu Nurhaini mulai menggeluti usaha penjualan the poci sejak 6 bulan yang lalu, tepatnya bulan Agustus pada tahun 2014.
   Menejemen waktu adalah kunci utama dalam melakukan usaha tersebut karena harus pandai dalam membagi waktu, baik waktu untuk keluarga maupun untuk melayani pelanggan atau pembeli.
   Usaha yang dijalankan hanya dilakukan di depan rumah, karena lebih mudah dan gampang. Serta lebih mudah mengurusi anak-anak.
   Mempertahankan usaha agar dapat menambah penghasilan keluarga dan membantu suami, meskipun pengahasilannya tidak seberapa, tetapi harus tetap disyukuri.
   Penghasilannya yang tidak menentu, kalau sedang musim penghujan biasanya penjualan akan sedikit atau menurun. Penghasilannya sekitar Rp100.000,- sampai Rp300.000,-
   Pelanggannya anak-anak yang berada di sekitar lingkungan rumah, para tentangga dan kadang pula ada anak sekolah dan warga dari kampung lain.
  Menarik pelanggan dengan selalu memberikan suguhan yang baru ketika pelanggan atau pembeli sudah merasa bosan, tetapi dengan harga yang masih tetap terjangkau.
   Lebih memilih untuk berjualan di depan rumah karena lebih gampang dan mudah daripada harus berjualan keliling sangat merepotkan.
   Kerugiannya tidak terlalu besar, karena bahan-bahannya tidak mudah basi.




















Nama : Nirmalasari
Kelas : X.K1
Nis     : 11078


Tidak ada komentar:

Posting Komentar