Man Jadda Wajada
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan, hal
itulah yang kami imani dan menjadi pedoman kami untuk banyak - banyak beribadah
di bulan ramadhan .Aku akan menceritakan salah satu pengalaman yang mengesankan
ketika pesantren ramadhan.
Pagi ini aku berjalan menikmati indahnya kota soppeng,di
temani sinar mentari dan teman -temanku imut dan manis. Sayang indahnya mentari
tak seindah wajah kami karena pesantren ramadhan di laksanakan selama 1 minggu.
’’
malas ahhh....’’ tanya A.Fia
“iya
nih aku bosan masah pesantren ramadhan lama sekali ,biasanya hanya 1 hari”kata
wana
“lebih
aku “singkat aku
Sesampai
disekolah kami pun bertemu teman-teman.
“Hay?”sapa
Nir
“Apa sih”jawab ku dengan suara ketus
“Hay juga” Wana dengan wajah tersenyum
Teman-teman mulai berbincang dan ngoceh,itu terus
di permasalahkan.
Bapak guru memanggil kami untuk berkumpul di
lapangan dan melaksanaka upacara pembukaan.
“untuk apa sih kita dikumpulkan?”spontan Cite
“nggak tau kita lagi puasa”nyolot Mia
Dan upacara pun dimulai,semua siswa terdiam
mendengar protokol membaca dengan menggunakan bahasa arab,bahasa inggris,bahasa
indonesia.
“wah keren banget”kata iin
“iya sih apalagi yang pake bahasa arab,tapi kenapa
lama banget”kata Nir
Lama kemudian nama kita pun disebut satu per satu
sayang aku tidak sekelas dengan sahabat -sahabat ku yang lain kecuali Mia.
Setelah selesai upacara
kami pun menuju ke kelas yang telah ditentukan, akupun berkata kepada Mia.
“percuma kita marah-marah nggak ada gunanya
juga”kataku
“sudahlah jalani aja”
Sesampai dikelas kami pun
duduk di bangku yang berdampingan sambil menunggu orang yang akan mengajar
kami. Dan Akhirnya mereka pun datang dan memperkenalkan dirinya masing-masing.
Yang pertama “Assalamu Alaikum Wr.Wb”
Kami pun serentak menjawab “Waalaikum Salam Wr.
Wb.”
“perkenalkan nama saya Makdum Syarif, dan
disebelah saya bernama Mufti dan satu ini namanya Radi kami dari Pesantren
Immim Putra Makassar akan berbagi ilmu agama yang mendalam dengan teman-teman ,
Apakah ada yang mau bertanya?”ucapnya.
Aku pun mengacungkan tangan sambiln berkata.
“tinggal dimana?”
Satu persatu mereka menjawab
“saya tinggal di Gowa”jawab Makdum
“saya tinggal di Makassar dan teman saya yang
kecil ini tinggal di Siwa”jawab Mufti.
Sebelum memulai pelajaran
kami semua diminta untuk memperkenalkan Diri kami masing-masing.
Makdum pun berkata”kan ada
pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang jadi sebelumnya kalian juga
harus memperkenalkan diri kalian masing-masing, yang pertama bagian
depan(sambil menunjuk ke arahku) tolong sebutkan nama, tempat tanggal lahir,
alamat, cita-cita, dan yang teraklhir idolanya”
Aku pun berdiri dan memperkenalkan diri “Ass...
Perkenalkan nama saya Indah Puspitasari, tempat tanggal lahir Cangadi, 31 juli
1999, saya tinggal di Cangadi, saya ingin menjadi seorang dokter, idolah saya
adalah Aliando Syarief”
“oh saya”katanya sambil bercanda karena namanya
hampir mirip dengan Aliando Syarif.
“bukan, beda banget sama Aliando”satu kelaspun
tertawa mendengarkanku
Setelah semua siswa
memperkenalkan diri kami pun memulai pelajaran, pelajaran yang mereka bawakan
ialah Mahfudzat(kata-kata mutiara).
Mereka pun menuliskan di
papan tulis
l
MAN JADDA WA JADA yang artinya barang siapa yang
bersungguh-sungguh mendapatlah ia”
l
MAN SABARA SAFIRA yang artinya barang siapa yang bersabar
mendapatlah ia
l
FAKKIR KABLA ANTA SIMA yang artinya berfikirlah dahulu
sebelum bertindak
Kata-kata itulah yang kami dapatkan dari
pelajjaran Mahfudzat itu. Kata man jadda wajada bagaikan sebuah kekuatan yang
maha dahsyat, yang bisa membangkitkan semangat kami untuk lebih mendalami ilmu
agama. Karena dari kata tersebut kami lebih yakin, bahwa orang yang
bersungguh-sungguh pasti akan berhasil di masa yang akan datang. “Man jadda
wajada”, batinku dengan maksud untuk membuat diriku lebih bersemangat untuk
mempelajari Al Qur’an
Waktu istirahat pun tiba
saya dan teman-teman berkumpul didepan kelas sambil bercerita.
“eh ini tuh lucu banget. Kalian tau nggak?”, kata
A.Fiana
“lucu bangert? Tau nggak? Ya enggaklah, orang kamu
belum cerita, dasar lalodd”, kata Nir dengan nada mengejek
“Huuuu, lalodd”, kata teman-teman yang lain.
“heheh, sorry. Gini nih, tadi di kelas Iin
memperkenalkan diri, seperti ini ‘Perkenalkan nama saya Iin sulistianingsi
Pratiwi, Tinggal di cangadi dan TTL: 5 Juli 1945’ dan sontak stu kelaspun ikut
tertawa mendengarnya”, kata A.fiana dengan mimik muka yang mengikuti mimik muka
Iin.
Sontak kamipun ikut
tertawa mendengar A.Fiana memperagakan cara Iin. Wajah Iin pun kini berwarna
merah sambil melayangkan sebuah ketukan ke kepala A.Fiana dan A.Fiana pun tidak
mau kalah.
“Perkelahian 2 orang lebay
pun di mulai, hahaha”, kataku
Tak lama kemudian bel
masuk pun berbunyi Kring Kring Kring
Ternyata yang mengajar kami bukan kakak yang itu
lagi , merekapun masuk dan memperkenalkan diri seperti sebelumnya . Merekapun
menuliskan materinya yaitu”Al-QUR’AN dan TAJWID”
Hari demi haripun berlalu tak terasa kini hari
terakhir pesantren ramadhan . Aku dan teman -teman berkumpul sambil
berbincang-bincang .
“tak terasa pesantren ramadhan sudah hari terakhir”kata
aku
“awalnya kita marah-marah dan menolak karena
pesantren ramadhan biasanya cuma 1 hari dan kali ini satu minggu ,dan ketika
hari terakhir mau tambah lagi,hahahah”ujar Mia
“apa sih Mia ??jawab nir dengan nada mengejek
“dududuuuu,lalalaaa,,,,”sontak kami
Mia pun kesel memukul kepala Nir.
“Woy, sakitt. Insyaf bu, insyaf!”, kata Nir secara
spontan.
Setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing.
Sesampai di rumah saya terus memandangi dinding kamar. Ada sesuatu yang
berbeda, yah ada. Aku pun kembali mengingat momen berharga itu. Dan ada sebuah
momen yang takkan ku lupakan, dimana saya dan mia berada dalam satu ruangan
dengan kak makdum. Ya, kakak yang berfungsi sebagai wali kelas kami, di kelas
itu kami bertiga tidak dapat membendung air mata kami, air mata itu megalir
begitu saja tanpa ka mi sadari, dan semakin deras. “saya kira hanya saya dan
Mia yang menangis, ternyata kak makdum ikutan menangis”, batinku sambil
meyunggingkan sebuah senyuman. Banyak pelajaran yang dapat saya petik dari
kegiatan tersebut, mulai dari ilmu agama sampai ilmu dunia. Terima kasih kak,
atas segala nasihat-nasihatnya. Angkatan kamilah yang paling beruntung karena
sebelum meninggalakan sekolah menengah pertama, kami dapat merasakan kegiatan
seperti itu. “Nasihat kakak akan selalu saya ingat dalam menjalani
kehidupan-kehidupan ini dan 25 nama tersebut tidak akan kulupakan, kataku
sambil tersenyum dan kini aku telah merasuki alam mimpi. “Man Jadda Wajada”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar